√ Diagram Batang [Materi Lengkap + Cara Pembuatan] - Nilai Mutlak

Diagram Batang

Untuk mempermudah seseorang dalam membandingkan sekumpulan data, perlu adanya penyajian data yang tepat. Salah satu penyajian yang cukup mudah pembacaannya adalah diagram batang. Diagram ini cukup sering digunakan dalam beberapa hal, misalnya untuk menampilkan data pasien rumah sakit, data penjualan suatu produk, data hasil panen, dan lain-lain.

Pada kesempatan kali ini, kami akan bahas secara lengkap mengenai diagram batang dan cara pembuatannya. Sehingga anda tidak salah pilih bentuk diagram ketika akan menyajikan data.

Pengertian

Diagram batang adalah suatu diagram yang menggunakan batang-batang persegi atau balok untuk menampilkan suatu data. Diagram ini digunakan untuk menyajikan data untuk kepentingan perbandingan. Diagram ini dapat digunakan untuk membandingkan lebih dari satu kegiatan.

Jenis Diagram

Dalam menyajikan data dalam bentuk grafik batang, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel dan diagram pada contoh di bawah ini :

Berikut ini adalah data pegawai PT Mantap Jiwa Tahun 2019 berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendidikannya.

Jenis KelaminSDSMPSMAD3S1S2Jumlah
Laki-laki204836152514158
Perempuan10221958670
Jumlah307055203320228

1. Diagram tunggal

Yaitu diagram yang menampilkan satu hasil kegiatan pengumpulan data. Ada dua cara untuk menyajikan data menggunakan diagram ini, yaitu :

a. Diagram tegak (vertikal)

Diagram Batang Tegak

b. Diagram mendatar (horizontal)

Diagram Batang Mendatar

2. Diagram majemuk

Yaitu diagram yang menyajikan lebih dari satu kegiatan pengumpulan data. Sehingga setiap kelas memiliki lebih dari satu diagram batang. Contoh :

Diagram Batang Majemuk

3. Diagram bertingkat

Yaitu diagram yang menampilkan beberapa kegiatan dalam satu batang pada setiap kelasnya. Contoh :

Diagram Batang Bertingkat

Cara Pembuatan

A. Cara Manual (di kertas)

  1. Siapkan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk mempermudah anda dalam pembuatan diagram. Contoh:
  2. Buatlah garis horizontal untuk menempatkan kategori dan garis vertikal untuk menempatkan nilai frekuensi. Pastikan semua jarak setiap kategori sama agar mudah dalam pembacaan diagram.
  3. Tandai puncak frekuensi masing-masing kategori sesuai data yang dimiliki.
  4. Gambar diagram batang masing-masing kategori dengan batasan-batasan yang sudah ditandai sebelumnya.

B. Cara Otomatis (di excel)

  1. Siapkan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk mempermudah anda dalam pembuatan diagram. Contoh:
  2. Blok data tabel tersebut.
  3. Klik chart.
  4. Pilih diagram batang yang sesuai.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai diagram batang. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan lupa untuk share dengan teman-teman yang lain. Baca juga artikel berikut ini :

Tinggalkan Balasan