Gabut

Gabut adalah keadaan seseorang ketika tidak melakukan apapun. Kata gabut mungkin sekarang sudah sering terdengar di kalangan masyarakat. Baik itu dari anak sekolah, mahasiswa atau pekerja. Sebenarnya apa sih arti kata gabut yang sebenarnya?

pixabay.com

Mari kita bahas arti kata gabut yang sering kita dengar selama ini. Agar kita tidak salah dalam menggunakan kata “gabut” ketika berbicara. Menurut kami, gabut memiliki dua arti yang saling berkaitan, yaitu:

1. Gaji Buta

Gaji buta adalah gaji yang diterima seorang pekerja, padahal pekerja tersebut tidak mengerjakan apapun. Wah tentunya ini tidak baik dan tidak patut untuk dicontoh ya. Kan sudah diberi pekerjaan, masa tidak dikerjakan?

Perlu diingat ya, gaji buta itu tidak berkah. Membuat hidup resah dan gelisah. Jadi kita jangan sampai gabut ya. Contoh kalimatnya yaitu :

“Wah masa kuliah mahal-mahal dosennya tidak masuk. Ngga bener nih, makan gabut.”

2. Tidak tahu harus berbuat apa

bingung1
pixabay.com

Nah, arti gabut yang satu ini sering dikatakan sama remaja dan mahasiswa. Ketika mereka bingung tidak ada yang dikerjakan, ngajak main, atau liburan pasti menyebutkan kata “gabut”.

Hal itu digunakan untuk mengungkapkan perasaan bingung harus ngapain. Contoh kalimatnya yaitu :

“Tugas udah kelar nih. Ngapain lagi ya? Gabut banget nih.”

“Cuy gabut nih. Ajakin kemana kek.”

Pastinya rasa “gabut” itu sangat mengganggu. Sekarang ini perasaan “gabut” sering dialami banyak orang. Karena keinginan untuk bersosialisasi yang kurang. Sekarang terlalu sibuk dengan gadget seakan-akan hidup dalam dunia maya.

bingung2
pixabay.com

Bisa kita lihat perubahan yang sekarang terjadi, terutama pada anak-anak. Dulu hampir semua anak sibuk dengan kehidupan di dunia nyata. Mereka bermain banyak hal. Entah itu layang-layang, sepak bola, petak umpet, dan hampir setiap siang pasti ramai.

Berbeda dengan sekarang yang kebanyakan sudah terpaku pada gadget. Teman mainnya dari  sosial media. Teman di dunia nyata sedikit sehingga sering “gabut” jika tidak pegang gadget.

Solusi agar tidak gabut

1. Menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat

sibuk
pixabay.com

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi gabut. Bisa dengan meningkatkan ibadah seperti sholat dhuha, bersih-bersih rumah/kamar, dan lain-lain. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk males atau gabut.

2. Cari teman yang baik dan membawa manfaat

main bola
pixabay.com

Punya teman yang banyak bukanlah hal yang salah. Yang salah itu jika terpengaruh teman yang melakukan hal buruk. Baik itu mabuk-mabukan, judi, dan lain lain. Carilah teman yang produktif dan positif seperti yang berwirausaha, aktif di organisasi masyarakat, mengikuti kajian dan lain-lain.

Karena keberadaan teman sangat berpengaruh terhadap pemikiran kita. Jadi jangan sampai salah memilih teman. Jangan sampai terjerumus ke hal-hal negatif untuk mengisi kegabutan yang dialami.

Tinggalkan Balasan