OpenAI baru saja memperkenalkan inisiatif bernama Presence yang membawa mereka lebih dalam ke ranah konsultasi untuk perusahaan besar. Alih-alih hanya menjual model AI, mereka kini menawarkan bantuan langsung di lapangan untuk menerapkan agen-agen AI. Pendekatan ini terasa seperti langkah alami ketika model AI semakin mudah didapat dan persaingan harga semakin ketat.
Presence dirancang untuk membantu perusahaan yang ingin memakai agen AI tapi belum punya tim internal yang siap. Tim OpenAI akan turun langsung untuk merancang, menguji, dan mengintegrasikan solusi tersebut ke dalam workflow yang sudah ada. Harga yang ditawarkan memang premium, mencerminkan biaya tenaga ahli yang terlibat.
Salah satu alasan utama langkah ini adalah semakin commoditized-nya model AI. Banyak perusahaan kini bisa memilih berbagai penyedia dengan performa yang mirip, sehingga margin dari penjualan model saja mulai menipis. OpenAI melihat peluang di sisi implementasi dan integrasi yang lebih rumit.
Dari sisi analisis, langkah ini bisa mempercepat adopsi AI di perusahaan yang selama ini ragu karena kurangnya keahlian teknis. Mereka tidak perlu membangun tim dari nol, cukup bekerja sama dengan tim Presence yang sudah berpengalaman. Ini berpotensi memperkecil kesenjangan antara perusahaan besar dan startup yang lebih lincah.
Selain itu, kehadiran Presence juga menandai pergeseran strategi OpenAI dari pure-play model provider menjadi penyedia solusi end-to-end. Persaingan dengan perusahaan konsultasi tradisional yang mulai masuk ke ranah AI akan semakin sengit. Perusahaan klien mungkin akan membandingkan biaya dan hasil antara menggunakan Presence atau bekerja dengan firma konsultan yang sudah mapan.
Di sisi lain, pendekatan boots-on-the-ground ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit. OpenAI harus memastikan kualitas tim yang dikirim konsisten di berbagai proyek. Jika berhasil, model bisnis ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang lebih stabil dibanding fluktuasi penjualan API.
Secara keseluruhan, Presence menunjukkan bahwa masa depan AI enterprise tidak hanya soal model yang lebih pintar, tapi juga bagaimana cara menerapkannya dengan mulus di lingkungan nyata. Perusahaan yang ingin mencoba jalur ini perlu mempertimbangkan biaya versus nilai jangka panjang yang didapat.






