Openreach baru saja menambahkan 112 area exchange ke dalam daftar yang akan beralih ke jaringan full fiber. Langkah ini membuat total lokasi yang terkena pembatasan penjualan layanan berbasis tembaga mencapai 1.572 tempat dan mencakup 15,4 juta premises.
Pembaruan ini menunjukkan bahwa transisi dari jaringan tembaga lama ke fiber optic berjalan secara bertahap tapi konsisten. Bagi pengguna di area tersebut, hal ini berarti akses internet yang lebih stabil dan cepat dalam waktu dekat.
Salah satu dampak positif yang bisa dirasakan adalah berkurangnya gangguan jaringan yang sering terjadi pada kabel tembaga, terutama saat cuaca buruk atau karena usia kabel yang sudah tua. Banyak rumah tangga dan bisnis kecil akan mendapat manfaat dari koneksi yang lebih handal untuk aktivitas sehari-hari seperti video call dan streaming.
Selain itu, langkah ini juga memberi sinyal kepada penyedia layanan internet lain untuk mulai mempersiapkan infrastruktur mereka. Dengan semakin banyak area yang beralih ke fiber, persaingan di pasar broadband kemungkinan akan semakin ketat dan berujung pada pilihan paket yang lebih menarik bagi konsumen.
Proses migrasi ini biasanya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan. Openreach sendiri terus memantau kesiapan tiap exchange sebelum menerapkan pembatasan penuh pada penjualan layanan tembaga.
Bagi masyarakat yang tinggal di luar area yang sudah masuk daftar, proses ini bisa menjadi gambaran bahwa full fiber memang menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan. Koneksi fiber menawarkan kecepatan simetris yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi lama, sehingga cocok untuk kebutuhan digital yang terus meningkat.
Secara keseluruhan, tambahan 112 area ini memperkuat komitmen Openreach untuk mempercepat adopsi jaringan fiber di Inggris. Meski masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, setiap batch baru seperti ini membawa kita semakin dekat ke tujuan konektivitas yang lebih baik dan merata.






