Perkembangan Teori Atom

            Ilmu pengetahuan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Kemampuan berfikir manusiapun semakin logis.

Pemikiran-pemikiran lahir dari banyaknya pertanyaan, apa, mengapa dan bagaimana. filsafat menjadi jembatan yang mengarahkan pola pikir ilmiah dengan terus mempertanyakan tentang semesta raya.

            Pernahkah kelian berfikir? Apa yang terkecil di dunia ini? Apa penyusun dari semua benda-benda yang ada? Sebagai contoh, kita melihat kapur.

Pernahkah terpikirkan, apa bagian terkecil dari kapur? Lalu kita mencoba untuk memotong kapur tersebut dan terus berusaha memperkecil ukurannya hingga berbentuk serbuk yang amat halus dan kecil yang mampu terlihat mata manusia.

Pasti kita menganggap itulah materi terkecilnya. Berkembangnya tekhnologi membuat pengetahuan dan pola pikir manusia semakin terbuka.

Materi terkecil itu kemudian disebut sebagai atom, yang saking kecilnya tak dapat dilihat oleh mata manusia maupun mikroskop cahaya biasa.

Sejarah Teori Atom

Perkembangan Teori Atom
www.materi.carageo.com

            Zaman dahulu, sebelum masehi salah satu Peradaban yang maju dan mulai banyak filsuf yang berpikir kritis dan ilmiah adalah Yunani.

Pemikiran partikel terkecil penyusun benda dicetuskan oleh Democritus yang beranggapan bahwa semua materi tersusun dari partikel yang tidak dapat dibagi lagi.

kata “Atom”pun berasal dari bahasa yunani “atomos” yang berarti tak terbagi.

Namun, pada zaman itu gagasan tersebut belum bisa diterima karena belum ada hukum-hukum klasik dan eksperimen yang menjelaskannya secara logis.

Teori atom baru diterima dan dikenal pada tahun 1085 oleh John Dalton dengan penjelasan hukum-hukum dasar kimia dan fisika yang pada saat itu mulai ditemukan.

            Teori atom terus berkembang seiring dengan hasil eksperimen/penemuan yang terus dilakukan oleh para ilmuan.

Teori atom yang berkembang setelah Dalton adalah Teori atom Thomson, dengan ditemukannya elektron.

Setelah itu saat ditemukan proton dan inti atom munculah teori atom Rutherford.

Kelemahan teori atom Rutherford kemudian diperbaiki oleh Teori atom Bohr dan sekarang teori atom yang digunakan adalah teori mekanika kuantum.

Mekanika kuantum berkembang dengan ditemukannya teori dualisme gelombang, persamaan schroodinger, dan asas ketidakpastian Heissenberg.

Teori Atom John Dalton (1803)

  1. Atom adalah bagian terkecil dari suatu materi yang sudah tidak bisa dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
  2. Atom digambarkan seperti bola pejal yang sangat kecil, kumpulan atom yang identik/sama akan membentuk unsur.
  3. Atom-atom dapat bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
  4. Dalam reaksi kimia, atom-atom hanya pemisahan, penggabungan dan penyusunan kembali atom-atom pereaksi, sehingga memenuhi hukum kekekalan massa dan perbandingan tetap
  5. Atom digambarkan sebagai bola pejal seperti bola tolak peluru.

Teori Atom J.J Thomson (1897)

  1. Atom terdiri dari muatan positif dan negatif, dimana muatan positifnya lebih besar daripada muatan negatif sehingga muatan negatif menempel pada bola muatan positif.
  2. Jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif.
  3. Dikenal sebagai teori atom roti kismis, karena elektron tersebar/menempel pada inti atom yang bermuatan positif

Teori Atom Rutherford (1912)

  1. Massa atom terpusat pada inti atom
  2. Elektron beredar mengelilingi inti
  3. Ukuran atom sekitar 10-8 dan inti atom 10-13 cm
  4. Kelemahan: tidak bisa menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti, padahal menurut mekanika klasik, jika elektron terus menerus mengelilingi inti maka akan kehilangan energi dan menumbuk inti atom

Teori Atom Bohr (1913)

  1. Elektron bergerak mengelilingi inti atom pada tingkat energi tertentu yang dinamakan kulit elektron
  2. Elektron dapat berpindah tingkatan energi dengan melepaskan atau menyerap energi
  3. Kelemahan: model ini tidak dapat berlaku untuk atom berelektron banyak

Teori Atom Mekanika Kuantum (1927)

            Teori mekanisme kuantum dicetuskan berdasarkan Asas ketidakpastian Heisenberg dan dualisme gelombang.

Karena sifat elektron yang selalu bergerak maka elektron tersebut dapat disamakan seperti gelombang dan kita tidak akan bisa menentukan letak tepatnya elektron dalam mengelilingi inti atom.

kita hanya dapat menentukan tempat kebolehjadian tertinggi letak elektron yang disebut sebagai orbital.

Orbital tersebut memiliki wilayah yang berbeda tiap subkulitnya tergantung dari persamaan gelombangnya.

Tinggalkan komentar