Apa itu Ilmu Kimia?

Ilmu kimia, kalau kalian mendengar kata tersebut, apa yang ada dalam benak kalian? Menakutkankah, ribet, rumit, sulit, berbahaya atau malah menarik?

kimia?
https://www.scitecheuropa.eu

Kebanyakan orang memandang kimia sebagai ilmu yang sulit dan berbahaya, apa-apa yang berbau bahan-bahan kimia langsung dihubungkan dengan efek yang tidak baik bagi lingkungan maupun kesehatan.

Padahal banyak sekali peran kimia dalam kehidupan manusia. Ambil posisi nyaman, bernafaslah dengan tenang dan coba pahami ilmu kimia dari sudut pandang yang berbeda.

tak hanya dengan bahan-bahan sintesis yang berbahaya bagi lingkungan ataupun bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hirosima.

Pengertian

Ilmu Kimia berasal dari bahasa Arab yaitu al-kimia yang berarti perubahan materi, yang dicetuskan oleh ilmuwan Arab bernama Jabir bin Hayyan (700-778M).

Ilmu kimia merupakanilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur, sifat dan perubahan dari suatu zat/materi.

Telah kita ketahui bahwa materi adalah segala sesuatu yang memiliki masa dan menempati ruang.

Ilmu kimia mempelajari tentang materi, hal ini berarti ilmu kimia mencakup seluruh hal yang ada di alam semesta.

Karena luasnya bahasan dalam ilmu kimia, para ahli sering menyebut ilmu kimia sebagai “central science” atau pusat dari ilmu pengetahuan.

Ilmu kimia merupakan ilmu yang mencakup semua ilmu pengetahuan alam, seperti biologi, fisika, geologi dan astronomi.

Ilmu kimia mengkaji tentang sifat unsur, pembentukan senyawa, ikatan antar atom, sifat dan kegunaan dari suatu material, serta reaksi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangat dekat dengan kimia mulai dari apa yang dikenakan, alat bantu yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan.

semua barang- barang yang ada disekitarnya baik alami ataupun buatan merupakan produk dari reaksi kimia.

So, masih mengannggap kimia itu identik dengan bahaya? Baju yang kamu kenakan, cat dinding yang memperindah rumahmu,

Semua perkakas yang dapat membuatmu lebih mudah mengerjakan sesuatu, sabun yang membantumu membersihkan badan dan masih banyak lagi peran kimia dalam kehidupanmu.

Semua tergantung pada pemakaian, dan ilmu selalu berkembang semakin kesini manusia semakin sadar akan pentingnya lingkungan maka mulailah muncul Green Chemistry.

Ilmu kimia yang tadinya digunakan untuk memperoleh keuntungan lebih dengan penggunaan pestisida, plastik buatan, pewarna sintesis yang ternyata menimbulkan banyak kerusakan lingkungan mulai ditinggalkan dan diganti dengan konsep yang ramah lingkungan.

Sekali lagi ilmu selalu berkembang, tinggal manusianya saja maukah untuk mempelajari sesuatu yang lebih baik atau tetap dengan penggunaan bahan yang membahayakan bagi lingkungan.

Dan segala sesuatu yang berlebihan selalu berdampak tidak baik, jadi bijaklah dalam segala penggunaan, maka akan tetap berada dalam kondisi yang ideal. It’s your choice.

Sejarah

Awal mula pemahaman tentang ilmu kimia disebabkan dari fenomena pembakaran dan api,

Zaman dahulu api dianggap sebagai kekuatan mistik yang dapat mengubah suatu zat menjadi zat lain dan menjadi kepercayaan pada masa peradabannya.

Beberapa zaman kemudian ditemukan emas menjadi sebuah logam mulia dan bernilai tinggi.

banyak orang yang tertarik untuk menemukan metode yang dapat mengubah zat lain menjadi emas. Hal tersebut menciptakan protosains yang disebut Alkimia.

Dalam sejarah, ilmuan yang bernama Jabir Ibnu Hayyan mencetuskan ilmu kimia dengan al kimia

mengenalkan pendekatan ilmiah terhadap suatu perubahan materi/zat dan mematahkan kepercayaan mistis yang dianut oleh banyak orang dimasanya yang kemudian dikenal sebagai bapak ilmu kimia.

Jabir Ibnu Hayyan berhasil menemukan akua regia dan sistem penyulingan. Ilmu kimia dimasanya masih dianggap sebagai sihir karena kepercayaan mistis yang dianut.

Di dunia Barat, Para alkemis pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah untuk membedakan antara alkimia dan kimia adalah Robert Boyle (1627-1691M) ilmuan tersebut yang lebih dikenal hingga sekarang.

            Ilmu kimia terus berkembang dengan banyaknya penemuan elektron, proton dan hukum-hukum dasar kimia, eksistensi ilmu kimia ada pada penghargaan Nobel Kimia tahun 1901.

Pada bagian awal abad ke-20, yang mengungkapkan teori mekanika kuantum dan menjelaskan sifat fisik ikatan kimia.

Pada abad ke-20 pertengahan, kimia telah berkembang dan mampu memahami aspek biologi yang meluas ke bidang biokimia, dan hingga saat ini ilmu kimia semakin meluas penerapannya.

Perkembangan Ilmu Kimia

1. Tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).

2. Abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.

Menurut Democritus, setiap materi terdiri dari partikel yang lebih kecil. Sedangkan menurut Aristoteles, materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.

3. Abad pertengahan (500-1600M)  para ahli kimia dari Arab dan Persia lebih mengarah ke segi praktis.

Pada masa ini ditemukan berbagai senyawa seperti alkohol, arsen, zink, asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.

Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimia= perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778M).

4. Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dicetuskan oleh ahli kimia Perancis yang bernama Antoine Laurent Lavoisier   (1743-1794)  dengan mengemukakan hukum kekekalan massa.

5. Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, ilmu kimia terus berkembang luas hingga sekarang.

Bidang Kajian Ilmu Kimia

            Bidang yang dipelajari dalam ilmu kimia sangatlah luas, sehingga para ahli membaginya menjadi lima bidang ilmu kimia penting, yaitu:

  1. Kimia Fisika

            Kimia fisik merupakan bidang kajian ilmu kimia yang mempelajari tentang sifat fisik dan perhitungan kinetika dari suatu materi.

Kimia fisik sangat erat dengan ilmu fisika, gampangannya, bidang ini merupakan kimia dari sudut pandang hukum-hukum perhitungan fisika.

Kimia fisik mempelajari sifat elektronik, kinetik, dan termodinamik dari suatu materi.

Kimia fisik meninjau suatu zat dari aspek fisikanya dengan menyelesaikan perhitungan seperti pada mekanika kuantum dengan turunan persamaan schrodingernya.

Kimia fisik juga membahas tentang adsorpsi dan absorpsi maupun kinetika reaksi yang terjadi pada permukaan suatu bahan.

Kimia fisik juga mempelajari tentang sifat suatu bahan dari material, karakterisasi bahan dan efektivitasnya.

Seperti ketahanan membran dan kemampuan absorpsi karbon aktif yang ditinjau dari luas permukaannya.

Dalam bidang ini kita akan menjumpai banyak persamaan matematis dan perhitungan yang berkaitan dengan energi sehingga cenderung rumit.

  1. Kimia Analitik

            Kimia Analitik merupakan bidang kajian ilmu kimia yang mempelajari/menganalisis kandungan suatu zat dalam suatu campuran serta pemisahannya.

Oleh karena itu kimia analitik dibedakan atas dua analisis, yaitu kualitatif dan kuatitatif.

Analisis kualitatif hanya mengidentifikasi adanya sutu zat dalam sampel namun tidak sampai pada jumlahnya

Sedangkan analisis kuantitatif menganalisis kadar suatu materi yang terkandung dalam sampel.

Kimia Analitik meliputi proses identifikasi suatu materi, pengelompokan materi, dan pembentukan materi baru untuk dianalisis.

            Metode analitis yang dipelajari dalam kimia Analitik terbagi menjadi dua, yaitu metode klasik dan metode instrumental.

Metode klasik yaitu dengan langkah dasar dilakukan sendiri oleh peneliti.

Contohnya pemisahan zat dengan cara presipitasi, ekstraksi, distilasi dan pengukuran kualitatif dari suatu senyawa dengan cara analisis warna, bau ataupun dengan titik lelehnya.

Sedangkan yang termasuk dalam analisis metode instrumental ialah teknik analisa dengan menggunakan mesin/alat instrumen.

Contohnya serapan cahaya, fluorescence ataupun konduktivitas zat. Pemisahan secara instrumental seperti kromatografi, elektroforesis, dan HPLC.

Fokus penelitian pada bidang ini peningkatan pengukuran kimia, dan improvisasi teknik baru untuk identifikasi suatu bahan dengan lebih tepat dan akurat.

  1. Kimia Organik

Kimia organik merupakan bidang kajian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang senyawa organik, meliputi unsur C,H,O,N,S,dan P.

Kimia organik mencakup reaksi yang terjadi pada senyawa hidrokarbon seperti adisi, eliminasi, substitusi, alkilasi, halogenasi, serangan elektrofilik dan nukleofilik.

Kimia organik juga mempelajari jalur sintesis suatu senyawa. Kimia organik sangat berkaitan erat dengan isolasi senyawa bahan alam berhasiat

maupun sintesis senyawa turunan yang memiliki aktivitas yang bermanfaat bagi manusia.

  1. Kimia Anorganik

Kimia anorganik merupakan bidang kajian dari ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur anorganik (selain unsur organik)

paling banyak tentang logam transisi yang ternyata memiliki potensi kebermanfaatan yang sangat luas dalam bidang industri dan komposit material untuk membuat material yang lebih efektif, misalnya fotokatalis Ag3PO4, TiO2 dan semikonduktor lainnya.

            Dalam kimia anorganik mengkaji tentang warna-warna yang dapat dipancarkan oleh suatu material sehingga sangat bermanfaat dalam industri cat dan tekstil. Selain itu mulai banyak dilakukan penelitian tentang penggunaan senyawa anorganik sebagai obat baik kanker ataupun antibiotik.

  1. Biokimia

Biokimia merupakan bidang kajian dati ilmu kimia yang mempelajari reaksi-reaksi yang terjadi dalam makhluk hidup.

Bidang ini terkait dengan komponen kimia sel, pembuatan obat, penelitian genetik, penelitian enzim, elisa, penelitian mengenai rangkaian reaksi dalam tubuh manusia dan penelitian dalam kaitan ilmu kimia dan biologi.

Biokimia merupakan topik yang sangat erat kaitannya dengan botani, medisinal bahkan biologi molekular dalam penelitian khususnya terhadap sel.

Fokus penelitian pada bidang biokimia yang dilakukan akhir-akhir ini ialah mempelajari katalis proses kimiawi dalam suatu makhluk hidup, biosensor, elisa dan PCR.

Manfaat kimia bagi kehidupan

Ilmu kimia memiliki banyak manfaat dan sangat diperlukan oleh bidang ilmu lain. Beberapa manfaat ilmu kimia dalam keilmuan lain adalah:

  • Ilmu Kimia di Kedokteran

 Manfaat ilmu kimia dalam bidang kedokteran adalah dapat digunakan untuk diagnosis suatu penyakit, pemisahan komponen darah, ataupun pemanfaatan bahan kimia sintesis maupun isolasi zat dari tanaman sebagai obat.

  • Ilmu Kimia di Pertanian

Manfaat ilmu kimia dalam pertanian adalah penggunaan pupuk dan pestisida yang efektif untuk pertumbuhan tanaman,

rekayasa genetika bibit unggul tanaman, ataupun pengembangan macam-macam warna pada bunga agar lebih indah.

  • Ilmu Kimia di Geologi

Manfaat ilmu kimia dalam bidang geologi yaitu mengidentifikasi kandungan mineral suatu batuan, kadarnya, dan reaksi yang terjadi di alam sehingga dapat membantu pengelompokan batuan.

  • Ilmu Kimia di Biologi

 Manfaat ilmu kimia dibidang biologi sangatlah banyak, berkaitan dengan reaksi dalam tubuh, aktivitas suatu mikroorganisme, analisis kandungan suatu senyawa dalam tubuh,

hingga mekanisme kerja suatu obat dalam tubuh, pemisahan komponen sel dan sequencing DNA.

  • Ilmu Kimia di Hukum

 Manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum tidak secara langsung. Ilmu kimia bermanfaat hanya dalam kriminologi untuk mengetahui fakta dari tersangka melalui tes DNA.

Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-beda. Pemeriksaan tersebut melibatkan ilmu kimia.

  • Ilmu Kimia di Mesin

Manfaat Ilmu kimia dalam bidang permesinan yaitu mempelajari karakter dari material untuk digunakan menjadi bahan pembuatan mesin, mempelajari sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.

  • Ilmu Kimia di Teknik Sipil

Ilmu Kimia bermanfaat dalam teknik sipil berkaitan dengan material yang dipilih sebagai bahan yang digunakan untuk suatu pembangunan.

karakteristik dan ketahanan bahan yang dipilih sangat mempengaruhi suatu bangunan.

  • Ilmu Kimia di Lingkungan

Kimia lingkungan merupakan bidang ilmu yang melibatkan kimia analitik dan pemahaman terhadap ilmu lingkungan.

Bidang ini mempelajari kimia dan reaksi kimia yang muncul pada proses alam pada air dan udara.

Kimia lingkungan berperan penting terhadap kondisi lingkungan sehingga perlu dilakukan pengujian agar lingkungan tetap pada keadaan normalnya.

Kualitas air diuji pada sungai, danau, serta air laut melalui karakteristik seperti kandungan oksigen, keasaman, tingkat kekeruhan, sedimen tersuspensi, serta pH.

Kajian kimia lingkungan juga mencakup Amdal serta penanganan limbah.

Dari penjelasan diatas masih menganggap kimia selalu menjadi penyebab atas segala masalah lingkungan maupun efek bahaya yang timbul?

Semua tergantung pada pemakaiannya, saat digunakan sesuai kebutuhan dan mematuhi aturan maka akan berjalan seimbang.

Pada akhirnya manusialah yang harus lebih bijak dalam memanfaatkan segala sesuatu.

Tinggalkan komentar