Cara Menghitung Persen

Cara menghitung persen ternyata sangat mudah dan juga bermanfaat loh dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya dalam konteks jual beli yang berkaitan dengan potongan harga dan penentuan keuntungan.

Pada kesempatan kali ini kita akan berusaha untuk menjelaskan secara lengkap mengenai bagaimana cara menghitung persen. Tak hanya itu, kita juga akan memberikan sejumlah contoh soal mencari persen lengkap dengan pembahasannya.

Rumus Menghitung Persen

Persentase % = (bagian/seluruh) x 100 %

Dengan menggunakan rumus di atas, kamu bisa mengganti rasio maupun pecahan ke dalam bentuk persentase. Pada intinya, mengalikan pecahan maupun rasio bisa dengan 100 % sehingga menghasilkan bentuk persentase.

Rumus tersebut juga bisa kamu gunakan dalam menghitung pecahan dari nilai presentase yang sudah kita ketahui. Untuk lebih jelasnya, simak contoh soal buat berikut ini.

Berapa hasil 50% dari 250 ?

Pembahasan

50/100 x 250 = 125

Jadi, jawaban 50% dari 250 yaitu 125.

Contoh Soal Menghitung Persen

1. Sebuah gelas yang dengan ini 400 ml air, kemudian ditambahkan lagi dengan 40 ml air. Berapa persentase kenaikan volume air dalam gelas tersebut?

Pembahasan

Diketahui

volume air mula-mula = 400 ml

volume air tambahan = 40 ml

Persentase kenaikan volume air = volume air tambahan / volume air mula-mula × 100 %

Persentase kenaikan volume air = (40/400) × 100 = 10%

Jadi, persentase kenaikan volume air dalam gelas tersebut adalah 10%.

2. Sebuah baju berharga Rp 50.000 mendapat diskon sebesar 10%. Berapakah harga baju setelah mendapat diskon ?

Cara 1 : Menghitung Potongan Harga Terlebih Dahulu

Potongan harga = [Nilai Persen] ÷ [100] × [Harga Asli]

Potongan harga = 10 ÷ 100 × 50.000 = 0.1 × 50.000 = 5.000

Jadi potongan harganya sebesar Rp 5.000

Harga Setelah Diskon = Harga Asli – Potongan Harga

Harga Setelah Diskon = 50.000 – 5.000 = Rp 45.000

Jadi, harga bajunya setelah mendapat diskon adalah Rp 45.000

Cara 2 : Menghitung Persentase Setelah Diskon

Harga = [100 – diskon] ÷ [100] × [Harga Asli]

Harga = [100 – 10] ÷ [100] × [50.000]

Harga = [90] ÷ [100] × [50.000]

Harga = Rp 45.000

Jadi, harga bajunya setelah mendapat diskon adalah Rp 45.000

Seandainya kita telah mengetahui potongan harga dari sebuah produk dan kita ingin mengetahui persentase diskonnya. Caranya sangat mudah, kita bisa gunakan contoh diatas.

Kita akan mencari 5.000 dari 50.000 itu berapa persentasenya. Kita bisa hitung persentasenya menggunakan rumus berikut ini:

Persen = [Nilai] ÷ [Nilai Keseluruhan] x [100]

Persen = 5.000 ÷ 50.000 × 100 = 10%

Jadi, potongan harga dari sepatu tersebut adalah 10%.

Kamu juga bisa menggunakan alat bantu seperti kalkulator atau microsoft excel untuk menghitung persentase.

Cara Menghitung Persen Bunga

Setelah kita memahami dengan perhitungan di atas, kita juga bisa menggunakannya untuk menghitung persentase bunga bank dan juga kredit kendaraan bermotor. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut in.

Cara Menghitung Bunga Bank

Cara menghitung bunga kredit bank sebenarnya sama seperti menghitung jumlahnya bunga kredit kendaraan bermotor. Persentase sendiri maksudnya yaitu per seratus atau dibagi dengan 100.

Contoh

1% = 1/100

10% = 10/00

50% = 50/100

1. Kamu masih kredit uang di bank dengan jumlah Rp 20.000.000,- selama 1 tahun dengan bunga 2% tiap bulannya. Jadi jumlah total bunga bank tersebut ialah ….

Bunga Bank = Rp 20.000.000 × 2%

Bunga Bank = Rp 20.000.000 × 2 / 100

Bunga Bank = Rp 40.000.000 / 100

Bunga Bank = Rp 400.000 (per bulan)

Jika diakumulasikan dalam 1 tahun maka totalnya adalah 12 bulan. Jadi jumlah bunga dalam 1 tahun dikalikan 12 bulan.

Bunga Bank = Rp 400.000 × 12 bulan = Rp 4.800.000

Jadi bunga bank dalam setahun sebesar Rp 4.800.000.

Sekarang kita balik, kalau pinjaman kamu di bank sejumlah Rp 20.000.000 lalu bunganya setiap bulan ialah Rp 150.000. Berapa persentasekah bunga tersebut ?

Jawab

Rp 150.000 / 20.000.000 × 100 = 0,75

Jadi persentase bunga tersebut adalah 0,75%.

Cara Menghitung Persen Bunga Bank Kredit Mobil atau Motor

Salah satu cara untuk membeli suatu kendaraan bermotor adalah dengan cara kredit. Dengan cara ini, kamu bisa memiliki kendaraan bermotor dengan pembayaran yang dilakukan beberapa kali.

Namun tentu saja harga untuk pembayaran cash dan kredit itu berbeda. Kalau dihitung-hitung sebenarnya lebih murah cash. Jadi kami sarankan jika anda ingin membeli apapun, belilah dengan cara cash.

Tapi jika anda terpaksa membeli dengan cara kredit, ya sudah. Sebagai bahan pertimbangan, mari kita pelajari cara menghitung bunga bank kredit motor/mobil. Simak contoh soal berikut ini

Sebuah motor dengan harga cash sebesar Rp 14.000.000. Dibayar dengan uang muka sebesar Rp 4.000.000. Kemudian sisanya akan diangsur dengan biaya 400.000/bulan selama 36 bulan. Berapakah persentase bunga bank yang harus dibayar?

Diketahui

Harga motor = Rp 14.000.000

Uang muka (DP) = Rp 4.000.000

Lama cicilan = 36 Bulan (3 tahun)

Berapa persen bunganya ?

Jawab

Harga yang belum dibayar = Harga Motor – Uang Muka

Harga yang belum dibayar = 14.000.000 – 4.000.000 = Rp 10.000.000

Angsuran Total (36 bulan) = 400.000 × 36 = 14.400.000

Bunga total (36 bulan) = Angsuran Total – Harga yang belum dibayar

Bunga total (36 bulan) = Rp 14.400.000 – Rp 10.000.000 = Rp 4.400.000

Bunga total/bulan = 4.400.000 / 36 = Rp 122.222

Persentase Bunga = 122.222 / 10.000.000 × 10% = 1,2% per bulan.

Jadi, persentase bunganya sebesar 1,2%. Perlu kamu ketahui bahwa besar bunga dalam 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun pastinya juga akan berbeda. Semakin lama angsurannya semakin banyak pula bunga yang harus kamu bayar.

Besar bunga dan harga motor pada contoh di atas cuma sebuah contoh saja. Bukanlah angka yang sesungguhnya. Namun metode yang digunakan memang sudah sesuai.

Cara Menghitung Diskon

Cara ini sangat berguna bagi kamu yang suka sekali berbelanja. Maka dari itu kamu harus simak penjelasan berikut ini agar kamu tidak salah hitung.

Rumus Diskon atau Potongan Harga

Diskon = Harga Awal × Persentase Diskon

Cara menghitung harga atas barang tertentu yang terkena diskon sebetulnya tak begitu sulit. Untuk lebih jelasnya, simak contoh berikut ini.

Sebuah tas dengan harga Rp 400.000 diberikan diskon sebesar 10%. Berapakah diskon dari tas tersebut?

Diskon = harga awal × persentase diskon

Diskon = Rp 400.000 × 10%

Diskon = Rp 400.000 x 10/100

Diskon = Rp 40.000

Jadi, diskon dari tas tersebut sebesar Rp 40.000

Setelah kamu mengetahui besarnya diskonnya, kamu bisa menghitung harga barang tersebut setelah didiskon. Dengan rumus

Harga Akhir = harga awal – diskon

Harga Akhir = Rp 400.000 – Rp 40.000

Harga Akhir = Rp 360.000

Jadi, harga tas setelah didiskon sebesar Rp 360.000.

Rumus Harga Setelah Diskon

Dengan cara ini kamu bisa langsung mengetahui harga akhirnya tanpa harus menghitung diskonnya terlebih dahulu. Rumusnya adalah

Harga akhir = (100% – persentase diskon) × Harga Awal

Kita bisa gunakan contoh yang tadi, yaitu

Harga Awal = Rp 400.000

persentase diskon = 10%

Harga akhir = (100% – persentase diskon) × Harga Awal

Harga akhir = (100% – 10%) × 400.000

Harga akhir = (90%) × 400.000

Harga akhir = 90/100 × 400.000

Harga Akhir = Rp 360.000

Jadi, harga tas setelah didiskon sebesar Rp 360.000.

Contoh Soal Menghitung Diskon

1. Bambang hendak membeli satu buah bunga dari kertas seharga Rp 200.000 karena sedang tahun bari, Bambang mendapat diskon sebesar 40%. Berapa total biaya yang harus dibayar oleh Bambang untuk membeli bunga dari kertas tersebut ?

Penyelesaian

Diketahui :

Harga Awal = Rp. 200.000

persentase diskon = 40%

Ditanyakan:

Harga akhir = ?

Harga akhir = (100% – persentase diskon) × Harga Awal

Harga akhir = (100% – 40%) × 200.000

Harga akhir = (60%) × 200.000

Harga akhir = 60/100 × 200.000

Harga akhir = Rp 120.000

Jadi, total biaya yang mesti dibayar Bambang agar bisa membeli bunga kertas itu ialah Rp. 120.000

2. Ibu Ratih hendak membeli satu buah Lemari baru. Ternyata beliau mendapat potongan harga sebesar 50%. Sehingga harga lemari tersebut jadi Rp. 650.000. Hitunglah berapa harga awal dari lemari tersebut sebelum dikenai diskon!

Penyelesaian

Diketahui :

Harga akhir = Rp. 650.000

persentase diskon = 50%

Ditanyakan:

Harga Awal = Harga Akhir ÷ persentase diskon

Harga Awal = 650.000 ÷ (50%)

Harga Awal = 650.000 ÷ (50/100)

Harga Awal = 650.000 × 100 ÷ 50

Harga Awal = Rp 1.300.000

Jadi, harga lemari sebelum dikenai diskon sebesar Rp 1.300.000.

Demikianlah pembahasan singkat tentang cara menghitung persen. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Tinggalkan komentar